Sabtu, 23 Juli 2011

Perbedaan Antara ZIP dan RAR

Perbedaan Antara ZIP dan RAR
Arti dari nama ZIP dan RAR sebenarnya hanya merupakan 'merk' belaka. Merk tersebut diberikan oleh para pembuat algoritma / rumus dalam pengecilan data tersebut.

ZIP sejarahnya, ia dibuat oleh Phil Katz dengan nama PKARC (Phil Katz Archive). Namun karena ada bentrokan legalitas dari nama 'ARC", kemudian 'merk' tersebut diubah menjadi PKZIP, dan extension/akhiran dari nama file tersebut menggunakan kode '.ZIP'.

Algoritma dari ZIP untuk mengecilkan file adalah melalui Algoritma Deflate.
yang didasari dari algoritma LZ77 dan Huffman coding. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca disini:
http://en.wikipedia.org/wiki/DEFLATE

RAR sejarahnya dibuat oleh Eugene Roshal dan disebut sebagai Roshal Archive (=RAR), dan extension filenyapun diakhiri dengan kode '.RAR'.
http://en.wikipedia.org/wiki/Rar
Algoritma pengecilannya mirip dengan algoritma LZMA, dimana teknisnya dapat diikuti disini:
http://en.wikipedia.org/wiki/LZMA



Apabila anda tertarik dengan bagaimana cara algoritma-algoritma tadi berhasil mengecilkan ukuran data tanpa merusaknya, silahkan perhatikan penjelasan Huffman Coding, karena algoritma ini adalah yang paling sederhana dan banyak dipakai sebagai contoh dalam pelajaran Data Structures and Algorithms:
http://en.wikipedia.org/wiki/Huffman_cod…

Arsip ZIP



Format ZIP adalah yang paling populer. Sebagai contoh, kebanyakan arsip di Internet adalah arsip berformat ZIP. Jika Anda akan mengirimkan suatu arsip RAR ke seseorang, mungkin saja teman Anda tidak mempunyai WinRAR untuk mengekstrak muatan yang ada dalam arsip RAR, hal ini bisa saja membuat Anda untuk memilih format ZIP. Pada sisi lain, Anda dapat mengirimkan suatu arsip yang berjenis self-extracting (dapat mengekstrak dirinya sendiri). Arsip self-extracting memiliki sedikit ukuran yang lebih besar, tetapi dapat mengekstrak dirinya tanpa bantuan program apa pun.
Keuntungan ZIP yang lain  adalah kecepatan. Proses penciptaan arsip ZIP lebih cepat dari arsip RAR.

Arsip RAR


Dalam banyak kasus, format RAR menciptakan kompres/tekanan yang mantap/padat jika dibandingkan dengan format ZIP. Kelebihan RAR yang lain adalah mendukung multivolume. Jika Anda harus menciptakan suatu arsip multi-volume, maka menggunakan RAR adalah pilihahnnya.
Format RAR juga mempunyai beberapa hal penting lain yang tidak dijumpai dalam format ZIP. Misalnya, kemampuan RAR untuk merekontruksi arsip yang rusak, perlindungan/kunci arsip, dan melindungi arsip penting dari modifikasi yang tidak disengaja.
Format RAR bisa menangani file yang bisa dikatakan ukuran tak terbatas (sampai kepada 8.589.934.591 GB). Sedangkan ukuran maksimum dari satu file ZIP hanya 2 GB. Sistem file yang mendukung file berukuran lebih dari 4 GB adalah NTFS atau yang lebih terbaru dari itu.

diambil dari yahoo answer dan forumbanda

View the Original article

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls