Tampilkan postingan dengan label Sedikit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedikit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

Tahu Korbannya Miskin, Kawanan Pencuri Tinggalkan Sedikit Uang

type='html'>




Sekawanan pencuri masuk ke rumah seorang istri pensiunan berusia 91 tahun. Namun, setelah tahu jika pensiunan perempuan itu sungguh miskin maka pencuri itu meninggalkan uang sebanyak 500 roubles (Rp 153 ribu) agar ia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Demikian dilansir Daily Mail, Sabtu (30/7/2011).

Kawanan pencuri itu masuk ke rumah veteran perang Rusia di wilayah Kirovsky dan hanya mendapatkan janda berusia tua dengan benda-benda yang berhamburan. Tak ada benda yang hilang dan sejumlah uang pun ditinggalkan.

"Seluruh kotak saya dibuka, jendela dihancurkan, dan semuanya berantakan. Tak ada yang hilang dan sepertinya mereka tahu saya sangat miskin dan tak mengambil apapun serta meninggalkan uang," kata Zinaida Makarova.

"Uang ini akan membantu Anda," demikian tulis pesan itu. Polisi lokal bernama Anatoly Gorbunov belum pernah melihat hal seperti ini. "Saya belum pernah melihat hal ini dalam kurun waktu 40 tahun," katanya. Zinaida membingkai surat pencuri dan uangnya digunakan untuk membeli permen buat cicitnya.

http://www.lintas.me/go/4e3529f660e53704f10078fd
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Tahu Korbannya Miskin, Kawanan Pencuri Tinggalkan Sedikit Uang

type='html'>





Sekawanan pencuri masuk ke rumah seorang istri pensiunan berusia 91 tahun. Namun, setelah tahu jika pensiunan perempuan itu sungguh miskin maka pencuri itu meninggalkan uang sebanyak 500 roubles (Rp 153 ribu) agar ia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Demikian dilansir Daily Mail, Sabtu (30/7/2011).

Kawanan pencuri itu masuk ke rumah veteran perang Rusia di wilayah Kirovsky dan hanya mendapatkan janda berusia tua dengan benda-benda yang berhamburan. Tak ada benda yang hilang dan sejumlah uang pun ditinggalkan.

"Seluruh kotak saya dibuka, jendela dihancurkan, dan semuanya berantakan. Tak ada yang hilang dan sepertinya mereka tahu saya sangat miskin dan tak mengambil apapun serta meninggalkan uang," kata Zinaida Makarova.

"Uang ini akan membantu Anda," demikian tulis pesan itu. Polisi lokal bernama Anatoly Gorbunov belum pernah melihat hal seperti ini. "Saya belum pernah melihat hal ini dalam kurun waktu 40 tahun," katanya. Zinaida membingkai surat pencuri dan uangnya digunakan untuk membeli permen buat cicitnya.[arenaphito.blogspot.com]


Check It Out

Mohon Di Like Dulu
Follow Juga Ya

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Minggu, 10 Juli 2011

Sedikit Tentang Sejarah Tentang Pizza

Asal Muasal Pizza

Raja Ferdinand I (1751-1825) konon pernah menyamar sebagai rakyat jelata dan secara diam-diam mengunjungi sebuah lingkungan kumuh di Napoli (Kok datengnya diam-diam ya?).Menurut cerita,dia ingin melahap makanan yang dilarang sama ratu di dalam istana kerajaan yaitu, PIZZA.

http://gochicagocard.com/blog/files/2008/01/chicago-pizza.jpg

Seandainya sekarang raja Ferdinand masih hidup, ia tidak usah susah payah untuk dapat menikmati pizza. Sekarang ada sekitar 30.000 kedai pizza di Italia, dan tiap tahun mereka membuat banyak pizza sampai-sampai satu orang bisa mendapat 45 buah!

Asalnya dari Rakyat Jelata

Pizza bisa jadi berasal dari Napoli sekitar tahun 1720. Pada saat itu,pizza umumnya dianggap sebagai makanan rakyat miskin (Sekarang makanan rakyat menengah ke atas. Mahal harganya!!!!), makanan siap saji yang dijual dan dinikmati di luar rumah. Penjualnya berkeliling di jalan-jalan,sambil berteriak menjajakan dagangan mereka yang lezat.
Supaya tetap hangat, pizza disimpan di dalam wadah scudo, sebuah wadah tembaga yang ditaruh di kepala si penjual.

http://blogs.kansas.com/haveyouheard/files/2009/04/pizza.jpg

Raja Ferdinand I akhirnya memberi tahu orang-orang istana tentang kegemarannya akan pizza.Ngga lama kemudian,karena pizza yang dijual di jalanan jauh lebih lezat, orang-orang kaya dari golongan elite dan kerajaan mulai menyerbu kedai pizza.
Cucu laki-laki Ferdinand, Raja Ferdinand II,sampai-sampai menyuruh orang membangun pemanggang dengan bahan bakar kayu di kebun-kebun Istana Capodimonte tahun 1832. Jadi,ia bisa menyenangkan tamu-tamunya dari kaum bangsawan.

Apakah Pizza Makanan Bergizi?

http://www.watchmojo.com/blogs/images/pizza.jpg

Jaman sekarang, pizza adalah makanan favorit anak muda ,tapi perlu diwaspadai juga. Supaya bergizi, pizza harus dibuat dengan bahan-bahan yang sehat yang menghasilkan karbohidrat, protein, juga lemak dalam jumlah yang seimbang dan yang kaya dengan vitamin, mineral, dan juga asam amino (Jangan asal enak doang...).Minyak zaitun, salah satu bahan yang disarankan untuk pembuatan pizza, meningkatkan pembentukan HDL, yaitu jenis kolesterol baik yang membantu membersihkan pembuluh darah.

http://i613.photobucket.com/albums/tt215/hahock/pizza-hut-double-deep-pizza-730704.jpg

Pizza yang dipanggang dengan baik jarang menyebabkan problem pencernaan. Ini disebabkan,antara lain karena karbohidrat di dalam tepung mendapat banyak cairan selama proses pemerasan dan pemberian ragi. Selain itu,adanya karbohidrat kompleks juga menimbulkan rasa kenyang, sehingga orang yang paling tergila-gila pizza-pun tidak akan makan berlebihan.

Nih saya kasih gambar potongan pizza yang maknyuuuss, biar ngiler sekalian.. haha

http://surya554sangtrainer.files.wordpress.com/2008/07/pizza1.jpg

Lain kali, kalau Anda makan pizza, ingat asalnya yang sederhana. Dan syukurlah, Raja Ferdinand I tidak merahasiakan kecintaannya akan pizza.
sumber : misteriduniafana


View the Original article

Minggu, 03 Juli 2011

Sedikit Tentang Warnet Ala Negeri Jepang

Kita pasti udah familiar dengan warnet. Kebanyakan di Indonesia warnetnya dibagi menjadi sekat kecil yang terbuka, sumpek dan nggak nyaman. Lalu seperti apakah warnet di luar negeri khususnya di Jepang? Mumpung hari libur, yuk kita lihat-lihat seperti apa sih WarNet (Internet Cafe) di Jepang sana.
 
Gambar Kondisi Warung Internet 'Warnet' di Jepang!
 
Seperti juga di Indonesia, internet cafe di Jepang juga cukup banyak walaupun boleh dibilang hampir setiap rumah sudah mempunyai koneksi internet. Dan kebanyakan juga buka selama 24 jam.

Ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara WarNet disana dibandingkan dengan disini yaitu harga (mahal banget), kecepatan (cepet banget), kebutuhan (kaga cuma untuk internet). Bicara mengenai harga, seperti biasa apa sih yang murah disana? Lama penyewaan mulai dari 15 menit sampai setengah hari dengan biaya rata-rata sekitar 500 Yen (sekitar 50.000 rupiah) untuk 15 menit dan 1500 Yen (150 ribu rupiah) untuk 7-9 jam.

Nah, kalau bicara kecepatan sih tidak usah ditanya, rata-rata kecepatan internet disana saat ini minimal 10 Mbps jadi pasti jauh lebih cepat dibandingkan disini (Indonesia).
 
Gambar Kondisi Warung Internet 'Warnet' di Jepang!
 
Internet cafe di Jepang juga kebanyakan tidak hanya sekedar tempat untuk ber-internet ria tetapi juga biasanya kita bisa membaca buku komik (manga) secara gratis dengan koleksinya yang lumayan banyak.

Dan bicara mengenai tempat itu sendiri, mereka biasanya membaginya dalam 2 bagian yaitu ruangan terbuka dan ruangan tertutup untuk privasi dengan bentuk bilik-bilik kotak (cubicles).

Dan tergantung permintaan, kita bisa memilih untuk satu bilik bisa diisi 1 orang, 2 orang atau lebih dari 2 orang. Dan kadang, mereka juga menyiapkan 2 komputer dalam satu bilik.
 
Gambar Kondisi Warung Internet 'Warnet' di Jepang!
 
Sebagian besar bilik tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam alat, mulai dari komputer itu sendiri, webcam, mic dan juga TV untuk menonton.

Bagi anda yang perokok seperti kami, jangan kuatir mereka juga menyediakan tempat bagi para perokok, lihat aja foto dibawah, itu ada asbak kan??

Walaupun sedikit mahal untuk ber-internetan disini, ada satu hal yang lumayan membuat kita sedikit senang yaitu kita bisa minum sepuasnya sampai kembung (dan GRATIS) kecuali untuk makanan kecilnya, kita harus bayar.
 
Gambar Kondisi Warung Internet 'Warnet' di Jepang!
 
Terakhir, bicara soal kebutuhan, belakangan ini ternyata internet cafe disana tidak sekedar untuk internet tetapi juga sebagai tempat tidur bagi orang-orang tertentu seperti pekerja paruh waktu atau sama seperti Love Hotels digunakan juga untuk tempat untuk bermalam bagi orang yang sudah ketinggalan kereta.

Alasannya sama saja dengan Love Hotels, yaitu internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka menginap di hotel, ditambah selain bisa tidur, mereka juga bisa internetan, baca komik (manga), mandi air hangat (ada kamar mandi tetapi harus bayar biasanya) bahkan minum sampai kembung.

Satu hal yang sebenarnya sekarang menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah disana seiring dengan meningkatnya pengganguran dan juga orang yang mendadak tidak punya tempat tinggal (homeless) adalah keberadaan internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal.
 
Gambar Kondisi Warung Internet 'Warnet' di Jepang!

 
Sumber :


View the Original article
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls